Akankah Dunia Menjadi Tempat yang Lebih Baik?
(Foto: Unsplash/Ben White)
Pada tahun 2015, pemerintah dunia yang terhimpun dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan satu agenda berkelanjutan yang menjanjikan dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk saat ini hingga ke masa depan, yakni Sustainable Development Goals (SDGs). SGDs memiliki misi untuk membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh negara yang ada di dunia, baik negara berkembang maupun negara maju. Prinsip SDGs ialah "No One Left Behind", yang artinya "Tidak Ada Satu Orangpun yang Tertinggal". Hal ini mengindikasikan bahwa dalam agenda ini diharapkan agar pembangunan benar-benar terjadi, terutama untuk daerah-daerah yang tertinggal.
SDGs merupakan agenda lanjutan dari rencana sebelumnya yang berakhir pada tahun yang sama, Millennium Development Goals (MDGs), yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem. Meninjau dari MDGs, PBB menyadari bahwa untuk mengentaskan kemiskinan secara lebih menyeluruh diperlukan strategi-strategi lebih rinci. Maka, dibuatlah tujuan-tujuan tambahan yang berjalan beriringan dengan pengentasan kemiskinan tersebut, seperti meningkatkan kesehatan dan pendidikan, mengurangi ketimpangan sosial, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, hingga mengatasi perubahan iklim, serta melestarikan hutan dan laut dunia. SDGs dibuat untuk menuntaskan tujuan-tujuan yang belum selesai dalam MDGs. Semua pihak diharapkan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mencapai tujuan-tujuan SDGs, terutama aktor pembangunan seperti pemerintah, Civil Society Organization (CSO), sektor swasta, akademisi, dan sebagainya.
17 Tujuan SDGs
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, dapat disebut juga sebagai Global Goals, memiliki 17 tujuan dengan 169 target yang diharapkan akan terwujud pada tahun 2030. Tujuan dan target ini digunakan menjadi parameter kemajuan menuju resolusi, walaupun beberapa indikator tidak memiliki tenggat waktu yang ditentukan. Tujuh belas tujuan tersebut di antaranya sebagai berikut.
Menghapus kemiskinan
Mengakhiri kemiskinan di manapun dan dalam bentuk apapun
Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang darurat di berbagai negara. Masalah ini menjadi tujuan utama pembangunan sejak MDGs direncanakan. Hal ini juga yang melatarbelakangi tujuan-tujuan pembangunan lainnya seperti infrastruktur, pariwisata, pangan, energi, dan lain-lain.
Mengakhiri kelaparan
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan
Kelaparan di sini didefinisikan sebagai kondisi akibat dari kurangnya konsumsi pangan kronik. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kelaparan, seperti kemiskinan, ketidakstabilan sistem pemerintah, diskriminasi terhadap anak-anak, wanita, dan lansia, dll. Berdasarkan rilisan berita WHO, ditaksir pada tahun 2018 terdapat sebanyak 820 juta orang mengalami kelaparan secara global.
Kesehatan yang baik dan kesejahteraan
Memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk untuk semua usia
Dalam tujuan ini terdapat 38 target di sektor kesehatan. Fokus dari target-target tersebut terletak pada gizi masyarakat, sistem kesehatan nasional, akses kesehatan dan reproduksi, Keluarga Bencana (KB), serta sanitasi dan air bersih. Pembangunan sektor ini sangat bergantung pada para pemangku kepentingan.
Pendidikan bermutu
Menjamin kualitas pendidikan yang inkulsif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua
Pendidikan merupakan hak mendasar dalam hidup seluruh manusia. Pendidikan tidak dapat lepas dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Peran pendidikan secara signifikan menciptakan generasi muda sebagai agent of change sekaligus sebagai agent of produce yang akan membawa perubahan inovatif dan kreatif terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kesetaraan gender
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan (termasuk anak perempuan)
Kesetaraan gender berarti suatu keadaan setara dalam pemenuhan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terhadap gender banyak terjadi di seluruh dunia, terutama di negara dunia ketiga di mana pemberdayaan perempuan dan anak perempuan masih minim. Dengan kesetaraan gender, perempuan dapat berperan aktif memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan memerintah secara aktif.
Akses air bersih dan sanitasi
Menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua
Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan hidup sehari-hari yang mendasar. Untuk itu, dalam tujuan ini dipastikan masyarakat akan mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Akibat tidak adanya akses menuju air bersih dan sanitasi ini, ribuan nyawa melayang setiap harinya dan merugikan perekonomian dunia.
Energi bersih dan terjangkau
Memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan modern untuk semua
Kegiatan pembangunan ekonomi yang inklusif mustahil dilakukan apabila tidak tersedianya energi modern yang cukup, andal, dan memiliki harga yang kompetitif. Untuk memberikan dampak yang tidak negatif terhadap lingkungan, energi tersebut harus digunakan secara efisien. Tujuan ini dapat terwujud dengan reformasi kebijakan dan penghapusan subsidi, desain bangunan yang baik, hingga peralihan energi menjadi energi terbarukan.
Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua
Memiliki sebuah pekerjaan tidak menjamin seseorang untuk keluar dari kemiskinan. Bertambahnya jumlah penduduk dan semakin sedikitnya peluang kerja menjadi masalah dalam perekonomian negara. Menaruh persoalan ketenagakerjaan dalam tujuan pembangunan dapat menciptakan kesempatan kerja yang layak, pertumbuhan yang lebih kuat, inklusif, dan dapat mengurangi kemiskinan.
Infrastruktur, industri, dan inovasi
Membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri yang inklusif dan berkelanjutan, serta membantu perkembangan inovasi
Pembangunan infrastruktur dan pengembangan inovasi merupakan penggerak dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara. Tujuan SDGs membangun infrastruktur yang berkualitas, dapat diandalkan, berkelanjutan dan tahan lama, termasuk infrastruktur regional dan antar batas, untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia dengan berfokus pada akses yang terjangkau dan sama rata bagi semua. SDGs secara signifikan meningkatkan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi dan berupaya untuk menyediakan akses yang universal dan terjangkau terhadap internet di negara-negara kurang berkembang.
Mengurangi ketimpangan
Mengurangi ketimpangan/kesenjangan di dalam dan antarnegara
Di negara berkembangan, ketimpangan menjadi persoalan penting, dalam hal ini memerlukan solusi global. Hal ini melibatkan perbaikan aturan, pengawasan pasar dan institusi finansial, serta mendorong bantuan pembangunan dan investasi asing secara langsung pada wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Tujuan SDGs memfasilitasi perpindahan dan pergerakan penduduk yang aman, serta menjadi kunci untuk menjembatani perbedaan yang semakin lebar.
Kota dan komunitas yang berkelanjutan
Membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan tidak tercapai apabila tidak terdapat perubahan yang signifikan dalam membangun dan menata wilayah perkotaan. Hal ini disebabkan wilayah perkotaan yang mengalami pertambahan jumlah penduduk yang pesat karena urbanisasi dan pertumbuhan kota yang sangat cepat. Untuk itu, diperlukan pembangunan kota yang memiliki akses pada perumahan yang aman dan terjangkau, perbaikan pada pemukiman kumuh, perbanyak transportasi umum, penciptaan ruang hijau untuk publik, dan peningkatan perencanaan dan penataan wilayah yang inklusif, serta melibatkan semua pihak.
Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab
Memastikan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan
Pertanian menjadi sektor pengguna air terbesar di dunia. Untuk itu, diperlukan kesadaran dalam menangani pengurangan jejak ekologi dengan mengubah pola produksi dan konsumsi makanan dan sumber daya lainnya. Hal ini dapat diwujudkan dengan pengelolaan sumber daya alam yang efisien, pengadaan daur ulang sampah, dan pengurangannya.
Penanganan perubahan iklim
Mengambil aksi segera untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya
Perubahan iklim terjadi secara global, tidak ada satupun negara yang tidak mengalaminya. Pemanasan global menjadi salah satu penyebab yang tidak bisa diubah, kecuali dengan tindakan yang segera. Hal ini dapat diselesaikan dengan adanya kebijakan politik dan penggunaan teknologi secara luas dalam membatasi aktivitas sektor industri yang dapat menyebabkan kenaikan suhu global.
Menjaga ekosistem laut
Menglestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra, dan maritim untuk pembangunan berkelanjutan
Laut menjadi tempat mata pencaharian dan menyediakan sumber kehidupan dan oksigen bagi manusia. SDGs menciptakan kerangka kerja berkelanjutan untuk mengatur dan melindungi ekosistem laut dan pantai dari polusi yang berasal dari darat, juga untuk menyadarkan akan dampak pengasaman samudra. SDGs memperkuat pelindungan dan penggunaan sumber daya laut yang berkelanjutan melalui hukum internasional, serta akan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi samudra dunia.
Menjaga ekosistem darat
Melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati
Selain laut, tanah juga menjadi hal yang penting bagi kehidupan manusia. Tanah tempat manusia hidup, mencari pekerjaan, dan bercocok tanam menghasilkan bahan makanan. SDGs berusaha melindungi dan memperbaiki penggunaan ekosistem darat seperti hutan, rawa, lahan, dan gunung. SDGs mempromosikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan menghentikan penebangan hutan yang juga sangat penting untuk menghentikan dampak perubahan iklim.
Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat
Menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan untuk semua, dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan
Beberapa negara hidup dalam kedamaian, sedangkan negara lain hidup dalam konflik dan kekerasan. SDGs berusaha mengurangi segala bentuk kekerasan secara signifikan dan bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas untuk menemukan solusi jangka panjang menghadapi konflik dan rasa tidak aman. Memperkuat aturan hukum dan mempromosikan hak-hak asasi manusia adalah kunci untuk berjalannya proses ini. Selain itu, juga mengurangi peredaran senjata ilegal dan memperkuat partisipasi negara-negara berkembang dalam institusi dan pemerintahan global.
Kemitraan untuk mencapai tujuan
Menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan
Koordinasi antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang dapat meningkatkan solidaritas global. Dengan demikian, perdagangan internasional semakin menguat dan menguntungkan semua pihak. Negara-negara berkembang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya.
Mengapa SDGs Penting?
SDGs penting untuk dilakukan karena SDGs memiliki ruang lingkup secara global. Tujuan-tujuan dari SDGs tersebut universal sehingga permasalahan yang diatasi bukan hanya permasalahan beberapa negara saja, tapi mencakup permasalahan seluruh negara. Dengan tujuan yang universal tersebut, tantangan global dapat teratasi dalam jangka panjang.
SDGs memiliki rentang waktu yang panjang, yakni 15 tahun. Hal ini dapat memperkuat komitmen dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan dibandingkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang hanya berlaku 4 hingga 5 tahun. Penerapan SDGs tidak dipengaruhi secara langsung oleh politik nasional sehingga dapat diterapkan untuk keberlanjutan tindakan pembangunan yang lama.
SDGs di Masa Pandemi COVID-19
COVID-19 hadir membawa permasalahan bagi beberapa goals SDGs, terutama dalam tujuan ketiga, yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Sistem kesehatan terdampak buruk karena corona virus yang menyerang berjuta-juta orang di dunia. Banyak penduduk yang meninggal dan sakit parah, serta mengorbankan seluruh tenaga kesehatan untuk menangani pandemi COVID-19 tersebut.
Selain itu, COVID-19 juga berdampak pada tujuan ke-4. Pembatasan sosial membuat masyarakat harus mengemban pendidikan dari rumah masing-masing. Adaptasi dan pengembangan sistem pembelajaran secara daring dilakukan.
Ketimpangan sosial semakin terlihat antara siswa yang kaya dan miskin. Siswa yang kaya lebih mudah mengakses pendidikan jarak jauh dibandingkan siswa yang miskin. Sulitnya akses terhadap pendidikan jarak jauh semakin memperburuk kualitas pendidikan yang didapatkan oleh para siswa.
COVID-19 tentunya berdampak buruk terhadap kelanjutan proses menuju agenda SDGs 2030 sehingga pemerintah dunia diharapkan memiliki respons terhadap permasalahan ini. Pada April 2020, PBB merilis respons sebagai pegangan untuk semua negara dalam pemulihan di bidang sosial dan ekonomi. Respons tersebut memanggil dukungan internasional dan kebijakan politik untuk memastikan semua orang mendapatkan akses ke perlindungan sosial dan layanan penting lainnya. Dengan adanya respons tersebut, diharapkan terjadi pemulihan bagi tujuan-tujuan yang tertunda dan dapat mendorong dunia untuk tetap melakukan pembangunan yang lebih berkelanjutan, serta membuat ekonomi global lebih tahan terhadap guncangan di masa depan.
Tanggapan terhadap SDGs
SDGs mendapat kritik karena mengambil tujuan dengan lingkup yang cukup luas, alih-alih berfokus pada hal yang menjadi prioritas. Bahkan, dikatakan perencanaan SDGs lebih 'berantakan' daripada MDGs. Hal ini disebabkan SDGs lebih menekankan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berhubungan dengan pembangunan, dengan menempatkan keberlanjutan sebagai pusatnya. Selain itu, target SDGs dinilai tidak memiliki konsep secara sempurna untuk diimplementasikan, indikator kualitatifnya sulit untuk dilacak.
Selanjutnya, tujuan-tujuan SDGs dinilai terlalu banyak, terutama jumlah target yang sebanyak 169 tersebut. Tujuan tersebut juga dikatakan tidak sesuai dengan konteks lokal. Belum lagi, tujuan-tujuan dalam SDGs saling berkorelasi negatif antara satu dengan lainnya. Contohnya, pertumbuhan ekonomi tidak selaras dengan keberlanjutan ekologis. Kemudian, tujuan pembangunan dalam sektor teknologi juga harus ditambahkan mengingat zaman sekarang yang serba digital. Di sisi lain, para pemangku kepentingan yang merencanakan SDGs berpendapat bahwa 17 tujuan tersebut sudah mencakup semua aspek dan semuanya saling berhubungan.
Sumber referensi:
https://sdgs.un.org/goals
https://en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_Development_Goals
https://www.sdg2030indonesia.org/
http://sdgsindonesia.or.id/
https://www.who.int/news/item/15-07-2019-world-hunger-is-still-not-going-down-after-three-years-and-obesity-is-still-growing-un-report
https://www.un.org/sustainabledevelopment/economic-growth/


semangat mencapai SDGs, yuk!
BalasHapus