Membangun Kembali Perekonomian NTB Melalui Digitalisasi UMKM
Semenjak terjadinya pandemi COVID-19, ekonomi dunia melambat, termasuk juga perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah yang bergantung pada sektor pariwisata ini mengalami keterpurukan karena jumlah wisatawan yang berkunjung menurun drastis. Pada bulan Februari 2021, BPS NTB merilis data pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2020. BPS mencatat bahwa Provinsi NTB selama tahun 2020 secara kumulatif mengalami kontraksi sebesar 0,64 persen.
Kontraksi ekonomi terjadi saat aktivitas ekonomi secara agregat menurun dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan PDB riil (ukuran output agregat) dalam dua kuartal berturut-turut dapat menyebabkan terjadinya resesi. Resesi berdampak pada angka pengangguran yang semakin tinggi, kesenjangan dan ketidaksetaraan meningkat, hingga terjadinya kenaikan harga komoditas.
Pada Agustus 2020, BPS mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi NTB naik menjadi 4,22 persen dari tahun sebelumnya. TPT di Provinsi NTB pada Agustus 2019 sebesar 3,28 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja di Provinsi NTB meningkat.
BPS juga mencatat bahwa terdapat sebanyak 28,39 ribu orang penganggur akibat pandemi COVID-19 atau sekitar 25,03 persen terhadap total penganggur (113,43 ribu orang) di Provinsi NTB. Banyaknya penduduk usia kerja yang mengalami pengurangan jam kerja akibat COVID-19, yaitu sebesar 378,85 ribu orang atau 83,16 persen. Pandemi COVID-19 tentunya turut andil dalam menaikkan angka pengangguran di Provinsi NTB.
Upaya Pemerintah Membangkitkan Ekonomi
Untuk itu, pemerintah daerah Provinsi NTB menggencarkan pengembangan UMKM dalam rangka membangkitkan kembali perekonomian NTB di masa pandemi COVID-19 ini, serta dalam rangka penyelenggaraan MotoGP nanti yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Adanya event yang berskala internasional itu diharapkan dapat memperkenalkan pariwisata dan membangun daerah untuk fasilitas yang lebih memadai, serta dapat mempromosikan dan mendukung UMKM Provinsi NTB secara signifikan.
Usaha pemerintah dalam membantu pengembangan UMKM secara progresif ialah dengan menyusun digitalisasi bagi produk-produk UMKM. Mengikuti perkembangan zaman yang serba mengandalkan teknologi ini, pemerintah berharap agar UMKM dapat memasarkan produk-produknya melalui platform digital. Platform digital tersebut memudahkan UMKM untuk memasarkan produknya dengan cakupan yang lebih luas, dapat dijangkau dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Selain itu, digitalisasi produk juga sebagai wujud kemajuan pemasaran daerah yang tidak kalah saing dibandingkan dengan yang lainnya.
Digitalisasi Produk
Dalam digitalisasi produk, dibutuhkan langkah-langkah konkret yang dapat mengantarkan produk untuk dikenal lebih luas dan memperoleh pangsa pasarnya. Langkah-langkah dasar tersebut berupa membuat sosial media. Di luar pembuatan sosial media, tentunya langkah strategis harus direncanakan.
Hal pertama yang harus dilakukan ialah dengan mengidentifikasi target-target dari digitalisasi produk. Kemudian, menentukan cara yang cocok untuk mengemas produk. Produk pada akhirnya akan diterima oleh pembeli secara fisik. Tampilan produk yang akan menjembatani antara dunia digital dan dunia nyata. Hal yang dilakukan selanjutnya ialah memberi label terhadap produk. Lalu, memasukkan label tersebut ke database untuk memudahkan pencatatan aktivitas produksi. Terakhir, menggunakan data. Data sangat berfungsi secara signifikan dalam mengembangkan usaha ke depannya. Dengan menggunakan data, pemilik usaha dapat meningkatkan kegiatan operasional dan meningkatkan keuntungan. Digitalisasi produk memerlukan analisis data dalam mengoptimalkan manajemen dan pemasaran usahanya.
Potensi NTB
Potensi daerah NTB sangatlah banyak. Beberapa produk kearifan lokal yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan ialah tenun, ketak, olahan mutiara, dan gerabah, serta produk-produk lain yang ramah lingkunan, seperti anyaman lontar atau bambu. Trend eco-friendly yang sedang menjamur dapat menambah nilai plus bagi produk-produk tersebut yang menggunakan bahan alami tanpa penggunaan plastik.
Sumber referensi:
Produk UMKM di NTB Didorong Dipasarkan Melalui Digitalisasi - koranntb.com
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTB Triwulan IV-2020
Keadaan Ketenagakerjaan NTB Agustus 2020
Five Steps To Digitizing Your Product – Scantrust: Connected goods and connected packaging.

Komentar
Posting Komentar