Di Balik Menjamurnya Paid Promote pada Kalangan Mahasiswa Masa Kini

 

(Sumber: instagram.com/danusanstat)

Bagi kebanyakan orang, terutama mahasiswa, sudah tidak asing lagi dengan namanya paid promote apalagi bagi mereka yang berkecimpung di dunia organisasi, kepanitiaan, atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Bagi yang masih awam mungkin sedang bertanya-tanya saat membaca ini, “Apakah paid promote itu?”. Oleh karena itu, sebelum membahasnya secara lebih lanjut, simak dulu yuk penjelasan mengenai paid promote.

“Risolnya, Kakak!” teriak anak Danus (Dana Usaha) yang sibuk menjajakan jualannya pagi-pagi di ruang kelas -pada saat masih perkuliahan offline, tentu saja. Kini teriakan-teriakan tersebut tidak lagi terdengar, yang tersisa hanyalah pp yang memenuhi timeline. Nah, paid promote (pp) ini senantiasa memenuhi timeline Instagram para mahasiswa di luar sana, menandakan bahwa orang yang mengunggah post-an tersebut sedang sibuk berperan dalam organisasi/kepanitiaan mereka. Stereotipenya, ‘anak kura-kura (kuliah-organisasi-kuliah-organisasi) banget’ yang kerap mengunggah pp di feed IG mereka. Padahal kalau ditelaah lebih dalam, begitulah cara panitia untuk meraup pundi-pundi uang dengan effort sederhana tapi tetap menghasilkan jumlah yang lumayan, terutama pada masa pandemi ini.

Apabila dibahas dari perihal teknisnya, sangat mudah sekali bagi pihak kepanitiaan untuk mendapatkan uang melalui pp ini. Pihak divisi yang bertanggungjawab, biasanya danus/fundraising, hanya menjadi pengawas saja. Selebihnya, para anggota kepanitiaan yang memiliki peran untuk mengunggah konten pp di sosial media mereka. Terlebih lagi, ada kepanitiaan yang menambahkan denda bagi para anggota yang telat atau tidak mengunggah konten pada waktunya. Hal ini tentu saja sangatlah efektif dalam menghasilkan uang untuk organisasi/kepanitiaan tersebut.

Trend pp ini sebenarnya sudah lama terjadi di dunia perkuliahan. Namun, pada masa pandemi, pp menjadi salah satu opsi paling menguntungkan untuk mendapatkan cuan. Mahasiswa yang tersebar dari seluruh nusantara tentunya menjadi tantangan bagi organisasi/kepanitiaan dalam mencari dana. Namun, pp hadir memberikan solusi yang konkret untuk masalah tersebut. Dalam sekali unggahan, panitia sudah mendapatkan uang untuk keberlangsungan acara mereka dan pihak sponsor juga mendapatkan exposure. Win-win solution!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia 'Berlangganan' Banjir